Kamis 19/12/19 pukul 05.30 pagi pada penerbangan perintis dengan menggunakan salah satu maskapai misi,seorang wanita tua yang sudah lanjut usia siap berangkat menuju kampung halaman di Ilaga kabupaten Puncak.
Wanita tua yang secara fisik itu sudah rentan karena kakinya sudah tak mampu menahan beban tubuh sendiri,bahkan ketika hendak memasuki pesawat pun,dia harus dibopong. Namun wanita tersebut masih terlihat bersemangat untuk berangkat pulang ke kampung halaman.
Wanita tersebut merupakan tokoh pemimpin gereja dari kaum wanita di salah satu daerah di Ilaga.
“Natal dikampung itu berbeda dengan natal di tempat yang lain”, kata wanita tua tersebut. Dapat yakini bahwa jika merayakan hari raya di kampung itu lebih menyenangkan karena dapat bertemu dengan semua keluarga besar yang ada.
Bagi orang yang ada diperantauan,kampung halaman merupakan segalanya. Tempat dimana kita dibesarkan,lebih – lebih jika di kampung halaman itu masih ada orang tua dan saudara kandung, itu akan sangat lebih berarti karena bisa bersama mereka.
Keluarga merupakan tempat pertama yang mengenalkan, memberi, mengajarkan kasih sayang kepada kita. Jadi salah satu arti dari kebersamaan dengan keluarga di hari raya adalah mengingat kembali kasih sayang yang ada dalam didalam keluarga. Karena kita berawal dari sebuah keluarga dan akan berakhir juga sebagai keluarga didalam ataupun diluar keluarga.